Tips-Tips

Kendalikan amarahmu untuk hidup yang lebih baik

SEQUOIA

Komputer Tercanggih di dunia saat ini

Alam dan Dunia

keanekaragaman dunia dan keindahan alam yang menakjubkan

Senin, 07 November 2011

Pelan Dalam Kelam

Berjalan sendiri melewati waktu yang cepat
Tapi terasa lambat..
Yeahh, sangat lambat..

Kau tahu kenapa? Bisa kau beri tahu aku?
Mungkinkah karna aku merasa kelam..
dalam Kelam..

Hidup berjalan lambat,
Namun waktu sangat cepat..
Tak tahukan kau?

Pelan dalam Kelam
itu yang kurasakan saat ini..
Ketika hadirmu tak lagi disini



Kamis, 29 September 2011

DARAH MENETES DARI SUDUT-SUDUT BENDERA BANGSAKU YANG TERKOYAK !

Darah air mata ; melaut ,
Menenggelamkan pedih ;
Membuat kota berubah jingga ,
Terukir tegas direlung terdalam , kehampaan nurani .
Hari ini , tak ada yang kulihat selain darah !
Darah menetes deras ,berlari dari sudut-sudut bendera bangsaku yang terkoyak !
Darah menghitam, berapagut larut ,dengan keringat ,yang pecah dari seluruh pori anak negeri !
Siapa kini ,yang bisa membaca, tentang makna ,dari setiap tetes darah !
Yang tercecer sia-sia , tenggelam , jadi sebuah sejarah bisu .
Tidak aku , tidak kamu , tidak kita !
Kita hanya bisa menyenyuminya di balik topeng ,sambil asyik membuang dahak !
Darah yang menetes deras dari sudut-sudut bendera bangsaku yang terkoyak ,
Adalah urat nadi kemanusiaan , yang terputus ,ditebas pedang kemunafikan !
(Sehelai bendera yang terkoyak , dihampir sekujur tubuhnya ,
Datang malam itu , mengetuk perlahan pintu hati, Yang selalu lupa untuk ku kunci .
“Namaku Merah Putih !, aku datang dari negeri yang tenggelam dalam seribu masalah “ keluhnya !
Itu kata pertama dan terakhir yang ku dengar darinya , Lalu ia rubuh , badannya kaku tergeletak di samping lap pel rumahku )

Rabu, 14 September 2011

SUARA YANG DATANG DARI LERENG-LERENG GUNUNG !

SUARA  YANG DATANG DARI LERENG-LERENG GUNUNG
Di puncak  puncak Gunung !
Gerimis luruh , di lembut pangkuan bunga Edelweis,
Di sana biasa kita menanti ; matahari dinyalakan  di setiap fajar tiba ( Seperti Katamu )
Lalu kita jadi  lupa arah pulang , karena peta hidup kian mengusam ,
Menjelaga dari gigil yang tak lagi mampu mengenali getarnya.

Diantara angin , yang berebut  berlari menuruni bukit ,
Aku dengar suara mu  hadir ,
Jauh di sana! , di ujung batas pengharapan hati ,
Sore ini , hujan pun turun ,bersama kabut ,
Mungkinkah  suarama mu , akan jua sampai di sini ?

Menyusuri Lereng-lereng bukit,
Pamplet kenangan ,terhidang di kelopak mata ,
Aku ternganga !; dan kau pun ,tak mampu berkata-kata ,
Lalu rindu kita pun bergumul , memberi, jejak pada rumput
Melukis mimpi dengan bahasanya sendiri .

Luka yang mengajakku ke sini , berlayar memainkan kata !
Lalu dia pula yang mengurungku di sini !, membujuk mata , mengecupi rona senja !
Diantara lebatnya hutan-hutan cemara , kucoba arungi samudra makna ,
Sambil terbahak menertawakan setiap luka !

RY , engkaukah itu , yang membiarkan tik-tak suara jam berhenti berdetak !
Memaksa angin melenggang , mengetuk-ngetuk pintu ingatan !
Aihhh !! , mengapa pula , seribu burung turut menjerit ,
Membuat ku terjaga dari mimpi yang sempurna !
R.Y , Bila luka yang telah melahap seluruh asaku ,telah sempurna habisnya !
Temuilah puasmu , di garis awal langkah perjalananku , dan berjanjilah untuk tak lagi
Mengusik sunyiku .

Pada setiap wajah ,yang sudah tak ku ingat lagi ,lekuk-lekuk garisnya ,
Pada setiap nama ,yang tak mampu lagi ku eja  garis katanya ,
Pada setiap hati ,yang tak kupahami lagi getar sangsinya .
Pada setiap jiwa ,yang pernah member tempat bagi asa ku untuk menyala !
Kini , disini ,  sebuah puisi tentangmu terkubur ,
Di timbuni ribuan kata , yang entah kapan , akan terungkap maknanya .
Kemarau yang basah ,membawa sisa –sisa gerimis , mengecupi  gumpalan rindu ,
Yang melepuh di bakar waktu .

Sabtu, 20 Agustus 2011

Kesendirian


Bila ku harus sendiri, mengapa ku takut?
Bila ku harus menunggu kepastian, mengapa ku risau?
Aku tak peduli bila keberadaan ku tak di hargai
Aku tak peduli bila kehadiran ku tak di perlukan
Selama aku masih memiliki hati
Selama aku masih memiliki cinta
Aku siap untuk berkorban bagimu
Meski begitu dirimu membenciku
Meski ku tahu tak ada cinta untukku
Aku masih sanggup memandang alam
Aku masih sanggup melihat sekelilingku
Aku terdiam bukan berarti bisu
Dan kesendirian ku bukan seperti tak berarti

Kamis, 18 Agustus 2011

Suratku


SURAT KU

Dear “…..”
Apa kabarmu disana? Sudah 3 tahun terakhir aku tidak mendengar suaramu. Aku sangat merindukan hadirmu disisiku, seperti dahulu…
3 tahun ini aku tak bisa bebas, apa kamu tahu? Cuma bayang mu yang selalu ada di kepalaku. Tak pernah sekalipun orang lain yang terlintas di benak ku.. kau sangat special. Bagiku tak ada orang lain yang mempu membuatku merasakan cinta yang begitu dalam dan tulus ini. Apa kamu tahu? kesetiaan yang ku jaga selama 3 tahun ini tak pernah berkurang sedikitpun. Itu karna rasa cintaku yang memang begitu besar untuk mu. Terkadang aku teringat akan masa-masa kita dulu. Saat kita berjalan berdua di taman. kamu ingat itu? saat itu aku memegang erat tangan mu, merangkulmu, dan melindungimu. tak ada niat ku untuk melepaskan mu saat senja itu. Bersama kita melihat Sang Surya tenggelam di belahan bumi lain. kamu ingat?? ^_^..
Ketahuilah sayang, sampai saat ini pun aku selalu mengenang tentang kita. Aku bingung bila beberapa teman bahkan sahabat terbaik ku menyarankan aku untuk melupakan mu.. tapi aku tak bisa, sayang. Aku tak akan pernah bisa melupakanmu. Bagiku kau segalanya… tak peduli kau sudah tiada saat ini..aku tetap tak bisa melupakanmu.
Apa kau tahu juga sayang? sampai saat ini. wajahmu tak akan pernah bisa kulupakan.Saat kepergianmu, di saat terakhir ku melihat senyum wajahmu, aku mengingatnya.. aku tak mampu menahan besarnya perasaan ku saat ini. Oleh sebab itu aku menulis surat ini. ini untuk mu. khusus kepadamu. Di makammu ku lepas sepucuk surat ini. Entah apa yang orang katakana tentang diriku ini. Tapi Cinta abadi yang pernah kita jalani dulu akan tetap abadi sampai selamanya.


Salam Sayang

I  Love You J

Kepada yang tak ku kenal


sulit untuk membayangkan, bukan..
meski kau tak mengenal ku, kau tak tahu siapa aku..
demikian juga aku…
meski ku tak mengenal mu, ku tak tahu siapa kamu..
rasa cinta itu hadir saat pertama kali ku melihat mu…

mungkin kamu tidak percaya…
ya… aku juga tidak percaya…
aku belum pernah seperti ini, sekali pun tidak..
aku pun bingung mengapa ini bisa terjadi..
seolah semua sudah di gariskan atau sengaja terjadi

kamu yang berinisial “J”
hadir di dalam mimpiku di malam setelah ku melihat mu
tak ku hiraukan saat itu… tak ku hiraukan “J” !!
bahkan beberapa hari, minggu, bulan, bahkan tahun berlalu..
Tak juga ku hiraukan…

Namun saat ku melihat mu lagi, lagi, dan lagi..
Bahkan saat ku mendapat foto mu, aku terpesona…
Seolah cinta lama bersemi kembali
Meski ku tak mengenal mu
Dan kau pun tak mengenal ku..

Hingga sekarang rasa itu tetap ada..
Akan ku biarkan tetap ada..
Hingga pada saatnya nanti aku bisa mengenal mu..
Akan ku utarakan semua angan ku
Mimpi yang selama ini tak terwujud..

Akan kah hadir saat itu?? Atau semua hanya angan kosong ku??
Rasa ini, kepada yang tak ku kenal
Akan bertahan kah??
tapi untuk mu “J”, kepada yang tak ku kenal..
Aku mengharapkan mu..

Biarkan Hilang


Seandainya aku tau begini adanya
Mungkin aku tak ingin mengenalmu…
Berat rasaku untuk mengakuinya
Rasa ini, mengapa untukmu?

Dalam lubuk hatiku terdalam aku merindukanmu
Di mataku selalu jelas bayang wajahmu
Di hatiku pun hanya ada dirimu
Aku bingung, rasa ini, mengapa untukmu?

Di kesendirian ku, di malam hari, nama mu hadir
Di kesibukan ku, di siang hari, terlintas senyum manis mu
Di kesakitan ku, di pembaringan ku, kembali aku menemukanmu
Apakah rasa ini memang untuk mu??

Ya…
jika ya… mengapa tak pernah sedikitpun kau memperhatikan ku?
mengapa aku bisa menyayangi orang yang tak memperhatikan ku?
mengapa aku harus merasakan kesakitan ini?

Andai ku dapat mengulang waktu
Ku tak ingin mengenalmu, aku takut…
Yang kurasakan sekarang hanyalah angan belaka
dan biarkah hilang?? biarkan hilang??

Akankah ku biarkan hilang??
Atau ku simpan??
Apapun itu, tak ada yang bisa menghiburku..
Aku hanya lemas, lanjutkan hidupku !

Sudahkah?


Lama ku memandang
Dalam angan-angan dan bayang
Pikiranku jauh melayang
seakan semua terasa terbang

Sudahkah…Sadarkah…
Dalam angan yang terus terbentang
Hati yang rindu akan sayang
Terus melihat bintang

Sudahkah…Sadarkah…
Jauh melambai dalam lamunan
Menatap semu harapan
Inginkan bisa melangkah terdepan

Sudahkah…Sadarkah…
Mimpi ini terus saja membayang
Tiada akhir yang kan datang
Malam dingin terus menjelang

Sudahlah…Sadarlah…
Berhenti untuk pikirkan
Tetapkan satu tujuan
melangkah ke depan

Sudahlah…Sadarlah…
Hanya diri ini yang mampu bertahan
Dengan tekad akan kemajuan
Sudahlah…
Sudahkah?

Jumat, 12 Agustus 2011

Keajaiban CINTA


Cinta memberikan kebahagiaan
Cinta memberikan kedamaian
Cinta memberikan pengampunan
Cinta memberikan pengorbanan
Cinta memberikan sukacita
Cinta memberikan senyuman
Cinta memberikan tawa
Cinta memberikan jawaban
Cinta memberikan solusi
Cinta memberikan anugerah
Cinta memberikan keikhlasan
Cinta memberikan ketulusan
Cinta memberikan kebenaran
Cinta memberikan nasihat
Cinta memberikan pengalaman
Cinta memberikan kabar baik
Cinta memberikan kesempatan
Cinta memberikan kepercayaan
Cinta memberikan keajaiban
Cinta memberikan kekayaan hati
Cinta memberikan pelajaran
Cinta memberikan hadiah
Cinta memberikan peluang
Cinta memberikan harapan
Cinta memberikan kejujuran
Cinta memberikan kebaikan
Cinta memberikan kesabaran
Cinta memberikan waktu
Cinta memberikan bahasa
Cinta memberikan isyarat
Cinta memberikan pikiran
Cinta memberikan akal sehat

Cinta memberikan logika
Cinta memberikan jalan keluar
Cinta memberikan belas kasih
Cinta memberikan keinginan
Cinta memberikan cita
Cinta memberikan asa
Cinta memberikan pertolongan
Cinta memberikan keindahan
Cinta memberikan kenikmatan
Cinta memberikan keserasian
Cinta memberikan kecocokan
Cinta memberikan hasil
Cinta memberikan pertanyaan
Cinta memberikan misteri
Cinta memberikan perjuangan
Cinta memberikan kegagahan
Cinta memberikan perubahan
Cinta memberikan pembaharuan
Cinta memberikan kelayakan
Cinta memberikan kepolosan
Cinta memberikan akhlak mulia
Cinta memberikan kesederhanaan
Cinta memberikan mata
Cinta memberikan hati
Cinta memberikan telinga
Cinta memberikan peraba
Cinta memberikan nafas
Cinta memberikan kesegaran
Cinta memberikan keharmonisan
Cinta memberikan kepastian
Cinta memberikan surga dan dunia
Cinta memberikan segalanya

PERISAI HATI


Tak kunjung terlihat walaupun dekat
Tak kunjung menghilang walaupun jauh
Tak kunjung datang walaupun ada
Dan tak kunjung lenyap walaupun tak ada

Hidup dalam keserasian dan kesemerawutan
Terkadang rapi namun terlihat berantakan
Apa yang di anggap benar sering bertolak belakang
Dan dunia juga ta kunjung berubah

Aku sendiri memikirkan semua ini… merenung
Apakah ada yang memikirkannya selain diriku?
Atau hanya aku seorang saja?
Tak habis fikiranku berperang dalam kebingungan

Hati yang selalu khawatir
Hati yang tak tenang
Hati yang takut
itu Hatiku

Ya……….
Ku hidup dalam ketakutan..
Takut akan kegagalan dan kesalahan
Seolah berjalan tanpa tujuan dan arah yang jelas

Di tengah malam kelam ku terbangun
Tidurku tak nyenyak
Memikirkan mimpi buruk ku
Kemabali melayang dalam angan-angan semu

HAAA….!!!!!!!!!!....
Aku tersentak kaget
Tersadar akan suara seseorang yang memanggil namaku..
suara lembut yang menggetarkan jiwaku

Mungkinkah?? Mungkinkah??
Ya… sangat jelas..Ya, aku mendengarnya..
Dengan lembut namaku di panggilnya..
Siapakah engkau?? Dimana dirimu??

“Aku disini anakku, di hatimu
Janganlah engkau takut akan kehidupanmu
Aku selalu besertamu
Akulah perisai hatimu…..”