Tips-Tips

Kendalikan amarahmu untuk hidup yang lebih baik

SEQUOIA

Komputer Tercanggih di dunia saat ini

Alam dan Dunia

keanekaragaman dunia dan keindahan alam yang menakjubkan

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2012

Minum Air Membuat Sehat

Minum Air Membuat SehatSemua orang pasti setuju bahwa air sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup. Air diperlukan oleh tumbuhan sehingga menjadi produsen bagi binatang atau manusia juga sebagai elemen dasar dalam mata rantai kehidupan. Bagi sebagian binatang, selain untuk minum, air juga menjadi tempat tinggal mereka. Tidak mengherankan bahwa bumi diciptakan dengan sebagian besar terdiri dari air. Begitu juga, dengan tubuh kita, 80% terdiri dari air.

Manfaat Minum Air

Mengingat pentingnya air, maka anjuran yang diberikan adalah agar kita meminum air sedikitnya 8 gelas sehari atau sekitar dua hingga dua setengah liter air. Berikut adalah beberapa manfaat air bagi tubuh:
  • Membuat tubuh lebih sehat

    Apabila asupan air mencukupi, hal ini dapat membantu agar distribusi nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lancar sehingga semua sel dalam tubuh dapat memperbaiki diri dengan nutrisi tersebut. Dengan minum air sesuai anjuran juga akan meringankan kerja ginjal dan hati sehingga dapat membantu kita terhindar dari penyakit ginjal dan hati.
  • Memperlancar pencernaan

    Minum air membantu pembuangan racun hasil metabolisme lebih lancar. Ini akan membantu kita terhindar dari penyakit pada pencernaan seperti sakit maag dan sembelit.
  • Menambah kecantikan alami

    Kekurangan air akan membuat kulit kita terlihat kering dan berkerut. Air akan membantu menjaga kulit agar tetap kenyal sehingga terlihat awet muda dan cantik alami.
  • Membuat langsing

    Air dapat menurunkan berat badan. Mengapa? Karena air tidak berkalori, bebas lemak, bebas kolesterol, dan rendah natrium.Selain itu, air membantu tubuh menguraikan lemak yang tersimpan.

    Bagi yang sedang berdiet, air dapat menjadi teman yang tidak boleh dilupakan. Dengan meminum air hangat sebelum makan, akan membantu kita merasa kenyang sehingga akan mengurangi selera makan dan mengurangi porsi makan kita. Minum air juga tidak akan membuat gemuk karena air tidak mengandung kalori, gula dan lemak.
  • Meningkatkan kesuburan

    Untuk Anda yang sedang merencanakan kehamilan, ternyata air dapat membantu meningkatkan kesuburan karena akan merangsang produksi hormon testoteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita.

Air Minum

Cara Agar Anda Sering Minum Air

Selalu bawa persediaan air minum, misalnya sebotol air.
Setelah makan, jangan lupa minum segelas air.
Minum air sebelum, selama dan setelah berolahraga atau melakukan kegiatan yang berat.
Pilihlah minum air saat beristirahat ketimbang minum kopi, soft drink dan minuman manis lainnya.

Mengingat pentingnya air, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana memilih air minum yang sehat. Bila air minum tidak bersih bisa menyebabkan diare atau penyakit lainnya. Sedangkan saat ini ada berbagai jenis air minum yang ditawarkan seperti air tanah, air dari Perusahaan Air Minum (PAM), Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), air mineral dan air heksagonal. Apa saja perbedaan dari masing-masing jenis air tersebut?
  • Air tanah

    Bagi penduduk di pedesaan air minum dapat diambil dari air tanah yang diambil dari sumur atau sungai. Tetapi, perlu diwaspadai bila sumber air tersebut berada di kawasan industri atau lokasi pembuangan sampah. Sedangkan di kota-kota besar, misalnya Jakarta, air tanah tidak lagi layak untuk dikonsumsi, karena banyak mengandung bakteri Eschericia coli (E-coli), kandungan besi (Fe) dan Mangan (Mn) serta kadar keasaman (pH) yang melebihi kriteria air minum sehat. Ini disebabkan karena banyaknya polutan yang dihasilkan manusia sehingga merusak air tanah.
  • Air PAM

    Untuk dapat menghasilkan air yang baik, Perusahaan Air Minum (PAM) sebenarnya memiliki teknologi yang sesuai dengan pengolahan air minum, tetapi ini juga dipengaruhi oleh kualitas dari air yang dijadikan sebagai bahan baku apakah air tersebut tercemar atau tidak.
  • Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

    Adalah air yang diolah dengan teknologi khusus seperti teknologi sterilisasi kemudian dikemas dalam botol plastik atau wadah lainnya. Izin untuk perusahaan ini biasanya baru akan dikeluarkan bila hasil uji laboratorium baik. Agar mendapat air minum yang baik, perusahaan perlu selalu melakukan kontrol terhadap hasil air minum dan merawat peralatan produksinya dengan baik.
  • Air Mineral

    Adalah air yang diperoleh dari sumbernya, umumnya dari pegunungan dan langsung dikemas sehingga terdapat mineral di dalamnya dengan kadar tertentu yang diperbolehkan.
  • Air heksagonal

    Air jenis ini memiliki rangkaian molekul yang terstruktur, berbentuk segi enam sehingga disebut heksagonal. Air jenis ini lebih mudah diserap tubuh, lebih cepat menghantar nutrisi untuk seluruh tubuh, membuang racun sisa metabolisme, serta akan mengoptimalkan metabolisme tubuh.

    Secara alami, air ini terdapat dalam sumur air zamzam di Mekah, di pegunungan Alpen, Swiss, dan di Lourdes, Perancis. Selain secara alami, air heksagonal dapat dibuat dengan menggunakan mineral-mineral alami yang dapat membantu pembentukan struktur heksagonal dalam air. Suhu saat pembentukan juga harus diperhatikan karena dapat menyebabkan struktur tersebut menjadi terurai sehingga menjadi air biasa.

    Air heksagonal umumnya dijual dalam kemasan, tetapi minuman seperti ini dipercaya lebih menyehatkan untuk tubuh juga dapat mencegah penuaan. Dengan meminum air heksagonal dianggap dapat meningkatkan vitalitas, memperlambat proses penuaan dan mencegah penyakit. Hanya saja, air jenis ini umumnya lebih mahal dibandingkan jenis lainnya.
Sekarang, Anda dapat menentukan mana air minum yang layak diminum. Segera tolak apabila air berwarna, keruh atau berbau. Sedangkan bila membeli air yang dikemas, perhatikan segel tidak terbuka atau bocor.

Berapa Banyak yang Harus Diminum?

Tanpa mengkonsumsi air secara cukup, tubuh dapat mudah terserang penyakit. Maka, jangan lupa untuk mengkonsumsinya minimal 8 gelas setiap hari atau sekitar minimal dua liter air. Setiap hari, sekitar dua liter air terbuang melalui kulit, paru-paru, usus, dan ginjal.
Air yang hilang ini harus diganti agar kita tidak mengalami dehidrasi. Jika Anda kekurangan air atau mengalami dehidrasi, maka beberapa tanda seperti sakit kepala, lelah, pegal, air seni yang pekat, tidak tahan terhadap panas, serta mulut dan mata yang kering akan terjadi pada tubuh Anda.
Berapa banyak air yang harus diminum setiap hari? Bagi orang yang sehat membutuhkan minimal dua sampai dua setengah liter air sehari. Jika Anda berolahraga, maka Anda akan membutuhkan lebih banyak air. Demikian juga jika Anda tinggal di iklim panas. Bagi mereka yang mengalami obesitas, perlu minum segelas air ekstra untuk setiap kelebihan 10 kilogram dari berat badan ideal. Namun, sebaliknya bagi beberapa penderita penyakit tertentu seperti gagal jantung atau gangguan fungsi ginjal, maka beberapa dokter menyarankan untuk tidak terlalu banyak minum air. Ini pun harus dengan rekomendasi dokter ahli.
Jangan gantikan air dengan cairan lain seperti jus buah. Meski membuat tubuh sehat, jus buah mengandung kalori. Demikian juga, minuman yang mengandung gula dan susu, juga akan membuat tubuh membutuhkan banyak air untuk mencernanya. Apalagi jika Anda minum banyak minuman beralkohol atau minuman berkafein seperti kopi dan teh. Minuman-minuman ini memiliki sifat diuretik yaitu senyawa yang meningkatkan aliran seni, sehingga kita perlu minum lebih banyak air guna mengganti apa yang dikeluarkan.
Karena itu, jangan minum air ketika Anda sudah merasa haus. Ketika Anda merasa haus, maka Anda mungkin sudah mengalami dehidrasi. Karena itu, minumlah minimal 8 gelas sehari atau 2 hingga 2,5 liter per hari demi kesehatan Anda. Minumlah segelas air sekarang juga.

Sumber : kumpulan.info

Minggu, 15 Juli 2012

Rokok dan Berat Badan

Jantung dan paru-paru akan berterima kasih untuk menghentikan kebiasaan merokok Anda, tetapi lingkar pinggang mungkin tidak. Sebuah studi baru menemukan bahwa mantan perokok mungkin berakhir pada beberapa kilo lagi dari yang mereka harapkan setelah berhenti.
Rata-rata, kata peneliti Perancis dan Inggris, orang mendapatkan sekitar 10 pound (±4,5 kg) setelah menghentikan kebiasaan merokok.
Itu jauh lebih tinggi daripada sekitar 6 pound (2,7 kg) yang sering dikutip dalam literatur berhenti merokok, dan dua kali lipat dari 5 pound (2,3 kg) yang perokok perempuan banyak melaporkan bersedia untuk mentolerir sebelum mencoba untuk berhenti, menurut penulis.
Peningkatan berat badan telah lama dikaitkan dengan berhenti merokok - tidak mengherankan, mengingat bahwa nikotin adalah penekan nafsu makan dan stimulan - dan banyak orang yang tidak berhenti menyebutkan takut berat menggelembung sebagai alasan.
Namun temuan baru mendukung pernyataan dokter manapun yang memberitahu : “Anda masih lebih baik berhenti”.
Pada penelitian baru yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, tim peneliti dengan cermat telah memeriksa data 62 responden yang terpilih secara acak terkontrol dari program penghentian merokok yang melibatkan orang yang termotivasi untuk berhenti.
Kajian itu menilai perubahan berat badan peserta, dan para peneliti memisahkan mereka yang menggunakan alat bantu berhenti merokok seperti terapi pengganti nikotin atau obat buproprion (Zyban) atau varenicline (Chantix) dari mereka yang berhenti tanpa pengobatan.
"Kami menjaga kelompok-kelompok terpisah karena farmakoterapi bisa memiliki dampak yang kecil terhadap kenaikan berat badan dalam jangka pendek," tulis para peneliti.
Para peneliti melihat kenaikan berat badan pada peserta yang telah berhasil berhenti merokok selama setidaknya 12 bulan. Rata-rata, perokok yang berhenti yang tidak bergantung pada obat atau penggantian nikotin untuk berhenti merokok, telah memperoleh 2,5 pound satu bulan setelah berhenti, 5 pound setelah dua bulan, 6,3 pound setelah tiga bulan, 9,3 pound setelah enam bulan, dan 10,3 pound setelah 12 bulan.
 
Tapi angka-angka ini bukan harga mati, kata peneliti.
Studi ini menemukan variabilitas yang besar dalam jumlah berat yang diperoleh, beberapa orang bahkan kehilangan berat badan. Misalnya, kata penulis studi Henri-Jean Aubin, profesor psikiatri dan kedokteran kecanduan pada Brousse Paulus Hopital, di Perancis, seperempat dari mantan perokok bertambah berat badan kurang dari 2 pound atau malah turun berat badan setelah berhenti, sementara jumlah yang sama memperoleh lebih dari 17 pound.
"Walaupun penelitian kami telah mengkonfirmasi bahwa ada kenaikan berat badan yang cukup besar rata-rata selama tahun pertama pantang terus menerus, prediksi kenaikan berat badan rata-rata akan salah bagi sebagian besar perokok individu," kata Aubin, menambahkan, "Kabar baiknya adalah bahwa setelah fase pertama [tiga bulan], berat badan akan melambat secara substansial. Hampir 20% dari perokok benar-benar menurunkan berat badan setelah satu tahun berpantang terus menerus."
Jadi, sementara memang benar bahwa beberapa perokok yang berhenti akan bertambah sejumlah besar berat badan, akan tetapi mereka benar-benar akan kehilangan banyak sekali lemak ekstra - bonus kesehatan ditambahkan untuk memadamkan rokok untuk selamanya.
Dalam editorial yang menyertai studi baru, Esteve Fernandez, seorang profesor epidemiologi di University of Barcelona,
​​dan Simon Chapman, seorang profesor kesehatan masyarakat di University of Sydney, berpendapat bahwa banyak perokok yang berhenti di dunia nyata memperoleh keuntungan lebih baik dari yang termasuk dalam penelitian.
Data dalam penelitian ini hanya mencantumkan perokok yang menawarkan diri untuk uji klinis dan mendatangi klinik berhenti merokok. Kebanyakan mereka yang memutuskan membutuhkan bantuan untuk berhenti merokok cenderung kurang memiliki kesadaran diri. Mereka mungkin memiliki masalah yang sama dengan perilaku pola makan dan aktivitas fisik penting dalam pengendalian berat badan. Jadi hasil ini tidak dapat digeneralisasikan untuk semua perokok yang berhenti karena dua pertiga hingga tiga perempat dari mantan perokok berhenti merokok tanpa bantuan profesional atau intervensi.
Fernández dan Chapman mendesak perokok yang berhenti potensial untuk tidak terpengaruh oleh temuan baru, sehubungan studi sebelumnya yang telah menemukan bahwa mungkin mantan perokok naik berat badannya dalam jangka pendek setelah berhenti, tapi tidak dalam jangka panjang. 
"Berat badan sedang tidak meningkatkan risiko kematian," tulis mereka. "tapi tidak dengan merokok."
Aubin berkata bahwa dokter harus terus menekankan manfaat jangka panjang berhenti merokok kepada pasien mereka dan mendorong mereka untuk mulai berolahraga, yang tidak hanya membantu mengurangi berat badan, tetapi juga dapat membantu mereka tetap tidak merokok". Berhenti merokok pada usia 40 meningkatkan harapan hidup hingga sembilan tahun, bahkan dengan mempertimbangkan kenaikan berat badan pasca penghentian. Jika pasien merokok mereka tidak mengambil langkah-langkah sekarang untuk berhenti merokok, meskipun risiko kenaikan berat badan, kapan mereka melakukannya? "katanya.