Tips-Tips

Kendalikan amarahmu untuk hidup yang lebih baik

SEQUOIA

Komputer Tercanggih di dunia saat ini

Alam dan Dunia

keanekaragaman dunia dan keindahan alam yang menakjubkan

Rabu, 22 Juni 2011

Melodi Piano Menggema

Kala petang datang menjelang
Terdengar ayunan melodi indah
Membuat hatiku damai
Membuat jiwaku tentram..

Gemanya cepet menjalar keseluruh hidupku
Mengalun lembut menembus sukma ku
Aku tertunduk terbawa suasana
Dalam irama lembut bak tetesan salju

Melodi piano menggema di hatiku
Mengingatkanku akan dirimu
Melodi piano bergetar di telingaku
Membuat ku masuk kedalam alam kenangan

Rinduku ikut mengalun lembut
Seiring dengan berpencarnya suara melodi jiwa
Aku terdiam dalam lamunanku
Mendengar melodi piano yang menggema

Pancarkan hawa cinta dan kerinduan

Goresan Tinta Hitam

Duduk diam termenung di balik malam
Mencoba sembunyikan kata-kata
Hanya berpikir menjauh melewati batas
Seolah mencari kalimat yang tak kunjung datang

Meraih pulpen dan kertas
Mencoba memulai mendengar
Setiap bisikan terdengar jelas
Dan pikiran melayang bebas

Apa yang terlintas dan terasa
Menjadi penghias kertas putih
Dengan tinta hitam yang tergores kumemulai
Mencoba tenang dan fokuskan pandangan

Goresan Tinta Hitam
Semakin panjang dan terus berlanjut
Tak dapat di artikan oleh mata
Hanya hati yang mampu membaca

Dan di atas Goresan tinta hitam ini
Ku hadirkan sebuah puisi indah
Hanya untukmu..
Memori kelam dalam hidupku

Kerinduan Abadi

Mencoba lepaskan beban
Kutulis sebait lagu tentang kerinduan
Terpendam dibatas jarak yang memisahkan
Jujur ingin aku bertemu

Mencoba lukiskan bayang
Selintas wajah gadis yang kurindukan
Di awan kugoreskan imaji dan bisikkan
Tetap setia padaku

Betapa berarti
Sesaat pertemuan kita
Obati rindu sekian waktu lamanya
Hanya hati
Setia pada cinta dijiwa
Kan membawa ini jadi selamanya

Untukmu Sahabat



Sahabat Sejatiku
janganlah kau lupakan aku
walau langkahmu menjauh dariku
aku kan mencoba mengerti itu
Sahabat sejatiku
walau tak selamanya kita bersatu
kan ku simpan dalam kalbu
smua kenangan dan juga wajahmu
Sahabat sejatiku
tak akan pernah ingkar janji
walau apapun yang terjadi
smoga kau tetap di hati

Aku Hanya Mampu Mencintaimu

Aku bahagia tinggal di hatimu.
Mengukir lembahmu dengan sungai yang mengalir dari telaga di mataku. 
Sebuah mataair untukmu, di tepinya ada mahligai yang selalu diterangi cahaya, dari jendela-jendelanya hanya terlihat indahnya pemandangan. 
Setapak jalan cinta yang naik turun di lembah-lembah romantika.
Seperti sebuah gelombang di mana kita berayun menghabiskan masa.

Jantungku berdebar indah untukmu. 
Dawai-dawai yang tak pernah kehabisan getar, berirama  melantunkan rindu. 
Menggema nada-nada cinta merangkai simfoni kehidupan kita. 
Pada gemuruh air terjun, pada angin yang berhembus di daun-daun, pada kicauan burung-burung dan rumpun bambu yang bersenandung.
Senantiasa kita dengar musik anggun yang menggetarkan jiwa.

Hanya kamu yang ada di hatiku, di dekapku. 
Sebuah perapian yang selalu menyala dalam kobaran cinta. 
Kehangatan adalah menggenangi pipi dengan airmata. 
Mengubahnya menjadi gerimis yang melukis pelangi di pinggir senja. 
Tubuhmu adalah selimut bagi jiwaku, aku adalah api perwujudan panasmu. 
Engkau adalah gunung yang indah, akulah magma yang membara.

Biarkan cahaya matahari jatuh di wajahmu. 
Aku bahagia memandang keindahan alam dari jendela hatimu. 
Serumpun sajak cinta. 
Sehamparan dunia dan masadepan yang menjulang hingga nirwana. 
Bukankah kuciptakan hujan untuk menghapus debu-debu masa lalu. 
Bukankah kubalut langit dengan pelangi dan kupetik setangkai mawar untukmu.  
Dan sungguh, aku hanya mampu mencintaimu.


Penantian Tiada Akhir

matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
menanti dan menanti lagi

ku matikan televisi ku
ku benahi ranjang kecil ku
ku tata ruang kamar ku
ku buang sampah makanan ku

ku pergi ke kamar mandi
membersihkan diri ini
juga menggosok gigi
tak lupa ku makan pagi

menanti kehadiranmu ke sini
mungkin kah itu hanya mimpi
atau hanya harapan yg dingin
yg tak kan pernah ku miliki

telpon dari mu cukup membuat ku tersenyum
tersenyum kagum melihat kau peduli thdp ku
walau sedetik aku mendengarkan suaramu
cukup untuk senyum 1 menit ku

ku hanya berharap
semoga kau sehat-sehat saja
krn ku membutuhkan perhatian mu
krn ku sayang kepada mu

Biar Waktu yang Menentukan

di kala ku sendiri, berada di malam sepi.
tanpa ada yang menemani. memandang seakan mencari..
sebuah cinta yang sejati..

ku mulai menulis, kisah yang tak berujung !!
ku mulai menghayat, cerita tentang berkabung !!
ku mulai mengajak, cinta untuk bergabung !!
ku mulai beranjak, ketika kau mulai bersenandung !!

mendekat secara perlahan..
ku tahu kau sadar, ku tahu kau bertahan..
ku mulai rasakan..
kau menjauh, kau menghindar...

sekali lagi kurasakan, sekali lagi terbuktikan..
kau tak lebih dari teman..
tak ada masa depan !!
ku sedih, ku kesal, ku marah, ku kecewa!!!

kembali ku termenung..
seolah tak terjadi sesuatu, terkadang seperti terjadu sesuatu
ku ingin sembunyikan, rasa kecewa ku, rasa kesal ku, rasa sayang ku..
sudahlah biarkan.. ku akan bertahan.
dan biarkan...

biarkan saja...

Biar waktu yang menentukan

Senin, 09 Mei 2011

Cinta itu....

Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang di saat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga membuatmu sedih. Cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru, dan pilihlah yang terbaik.



Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri. Dan karena itu kamu sempurna.



Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya kebohongan. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya..



Cinta bukan, “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu di mana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kaya gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.



Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.



Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu izinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.



Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.



Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.



Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihmu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

Penyesalan akan Cinta yang tidak terucap

10th grade (1 SMA)

Saat aku duduk di kelas bahasa inggris, menatap gadis disampingku. Dia adalah sahabatku. Aku menatap rambut panjang sehalus sutra-nya, dan berharap dia adalah milikku. Tapi dia tidak menyadarinya, dan aku tahu itu. Setelah kelas selesai, dia berjalan ke arahku dan meminta catatan yang ketinggalan kemarin, dan kuberikan padanya. Dia berkata "terima kasih" dan memberi ciuman di pipiku. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu, dan aku tak tahu kenapa.

11th grade (2 SMA)

Telepon berdering. Di ujung sana, ada dia. Dia menangis, dan berkata terus-terusan bagaimana cintanya telah mematahkan hatinya. Dia memintaku untuk datang karena dia tak ingin sendirian, dan aku pun datang. Aku duduk di sofa di sebelahnya, menatap matanya yang lembut, berharap dia adalah milikku. Setelah 2 jam berlalu, sebuah film oleh Drew Barrymore, dan tiga kantong kripik, dia memutuskan untuk tidur. Dia melihatku, berkata "terima kasih" dan mencium pipiku. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu, dan aku tak tahu kenapa.

Senior year (3 SMA)

Sehari sebelum pesta kelulusan dia berjalan ke lokerku. "Pasanganku sakit" dia bilang. Dia tidak bisa melakukannya dengan baik, aku tak punya pasangan, dan ketika 7th grade, kami membuat janji jika tak ada diantar kita yang punya pasangan, maka kita akan datang berdua, sebagai teman baik. Dan itu yang kami lakukan. Malam kelulusan, setelah semuanya selesai, aku berdiri di depan tangga rumahnya. Dia tersenyum padaku, dan memandangku dengan matanya yang sebening kristal. Aku ingingin dia menjadi milikku, tapi dia tidak berpikir sepertiku, dan aku tahu itu. Lalu dia berkata "Ini salah satu momen terindah buatku, terima kasih" dan menciumku di pipi. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu, dan aku tak tahu kenapa.

Hari Wisuda

Sehari berlalu, lalu seminggu, lalu sebulan. Sebelum aku berkedip, ini hari kami wisuda. Aku melihat tubuhnya yang sempurna melayang seperti malaikat di panggung untuk menerima diploma. Aku ingin dia menjadi milikku, tapi dia tidak menyadari seperti itu, dan aku tahu itu. Sebelum semua orang pulang, dia mendatangiku dengan pakaian dan topinya, menangis ketika aku memeluknya. Lalu dia mengangkat kepala dari pundakku, dan berkata "kau sahabat terbaikki, terima kasih" dan mencium pipiku. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu, dan aku tak tahu kenapa.

Beberapa tahun kemudian

Sekarang aku duduk di bangku gereja. Gadis itu menikah. Aku melihatnya mengatakan "ya, saya bersedia" dan memasuki kehidupan barunya, menikahi seorang pria. Aku ingin dia menjadi milikku, tapi dia tidak melihatku seperti itu, dan aku tahu itu. Tapi sebelum pergi, dia mendatangiku dan berkata "kau datang!". Dia berkata "terima kasih" dan mencium pipiku. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu, dan aku tak tahu kenapa.

Pemakaman

Bertahun-tahun berlalu, aku menatap peti mati yang berisi wanita yang menjadi "sahabat terbaikku". Dalam acara itu, mereka membaca buku harian yang ditulisnya ketika dia masih SMA. Seperti inilah bacaannnya:

"Aku memandangnya, berharap dia adalah milikku, tapi dia tidak menyadariku seperti itu, dan aku tahu itu. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu, dan aku tak tahu kenapa. Kuharap dia akan berkata jika dia mencintaiku"

"Kuharap juga begitu" aku berkata pada diriku sendiri, dan aku menangis...

Biar Waktu yang Menentukan

di kala ku sendiri, berada di malam sepi.
tanpa ada yang menemani. memandang seakan mencari..
sebuah cinta yang sejati..

ku mulai menulis, kisah yang tak berujung !!
ku mulai menghayat, cerita tentang berkabung !!
ku mulai mengajak, cinta untuk bergabung !!
ku mulai beranjak, ketika kau mulai bersenandung !!

mendekat secara perlahan..
ku tahu kau sadar, ku tahu kau bertahan..
ku mulai rasakan..
kau menjauh, kau menghindar...

sekali lagi kurasakan, sekali lagi terbuktikan..
kau tak lebih dari teman..
tak ada masa depan !!
ku sedih, ku kesal, ku marah, ku kecewa!!!

kembali ku termenung..
seolah tak terjadi sesuatu, terkadang seperti terjadu sesuatu
ku ingin sembunyikan, rasa kecewa ku, rasa kesal ku, rasa sayang ku..
sudahlah biarkan.. ku akan bertahan.
dan biarkan...

biarkan saja...

Biar waktu yang menentukan